17 December 2008

Portfolio SingKong Prt Ltd


Bai, LuTheKing (oren), Muaz, Moaweya, Husni (songkok), Aman, Ell (biru), Prastanta

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani
Portfolio SingKong Prt Ltd

Khalifah
Moaweya
Muhammad Syamim bin Mahat
Ketua rumah yang disegani
Tagline: insyaAllah, insyaAllah

Amir Baitulmal
Prastanta
Fikri Indra Prastanta bin Didi Indra
Menguruskan hal ehwal kewangan rumah, iaitu ceti rumah
Echeh

Amir Teknologi
Bai
Ahmad Baihaqi bin Saharun
Computer Nerd...menjaga printer & yang berkaitan dengannya
Merangkap Mufti Besar SingKong

Amir Akademik
HusniHebat
Muhammad Zulhusni bin Mohamed Rahman
Calon mumtaz. Keturunan Jawa asli

Amir Informasi
Muaz @ MuMuMu
Muhammad Muaz bin Mustafa
Sebagai 'hud-hud' rumah. Semua cerita dia akan tahu dulu

Amir Rezeki
Aiman
Abdul Rahman bin Muhammad Rafi
Merangkap chef rumah. Menjaga stok makanan rumah


Amir Riadhah
LuTheKing
Muhammad Luth bin Zulkanain
Merangkap plumber rumah, sangat aktif bersukan


Amir Mushrif
eLL *ChangeTheWorld*
Muhammad Syamil bin Ibrahim
Menjadi pilihan sebagai mushrif akhawat, berkat muka macam model
Portfolio sampingan : Model SingKong

14 December 2008

Perihal isteri-isteri Rasulullah

1. Khadijah bt. Khuwailid

Baginda berkahwin dengan Khadijah dalam usia 25 tahun.
Khadijah adalah tetap isteri satu-satunya, selama duapuluh delapan tahun, sampai melampaui usia limapuluhan, Walaupun masalah poligami ialah masalah yang umum sekali di kalangan masyarakat Arab waktu itu. 
Muhammad pun bebas kawin dengan Khadijah atau dengan yang lain, dalam hal ia dengan isterinya tidak beroleh anak laki-laki yang hidup, sedang anak perempuan pada waktu itu dikubur hidup-hidup dan yang dapat dianggap sebagai keturunan pengganti hanyalah anak laki-laki.
 Muhammad hidup hanya dengan Khadijah selama 15 tahun sebelum kerasulannya dan sebelas tahun sesudah itu; dan dalam pada itu sama sekali tak terlintas dalam fikirannya ingin berkahwin lagi dengan wanita lain
Hanya perkahwinan Muhammad dengan Khadijah telah memberikan keturunan, laki-laki dan perempuan, sampai sebelum ia mencapai usia 50 tahun.
>Sebagai manusia, sudah tentu jiwa Muhammad cenderung sekali ingin beroleh seorang putera. 

2. Sauda bint Zam'a 

Berkahwin dengan Rasulullah selepas kewafatan Khadijah.
Janda Sakran b. 'Amr b. 'Abd Syams. 
Tidak ada suatu sumber yang menyebutkan bahawa Sauda adalah seorang wanita yang cantik, atau berharta atau mempunyai kedudukan yang akan memberi pengaruh.
Sauda adalah isteri orang yang termasuk mula-mula dalam lslam, termasuk orang-orang yang dalam membela agama, turut memikul pelbagai macam penderitaan, turut berhijrah ke Abisinia setelah dianjurkan Nabi hijrah ke seberang lautan itu. 
Sauda juga sudah Islam dan ikut hijrah bersama-sama, ia juga turut sengsara, turut menderita.
Muhammad kemudian mengawininya untuk memberikan perlindungan hidup dan untuk memberikan tempat setaraf dengan Umm'l-Mu'minin. 

3. Zainab bt. Khuzaima

Zainab adalah janda 'Ubaida bin'l-Harith bin'l-Muttalib 
'Ubaidah bin'l-Harith bin'l-Muttalib telah mati syahid dalam perang Badr. 
Dia tidak cantik, hanya terkenal karena kebaikan hatinya dan suka menolong orang, diberi gelar Umm'l-Masakin (Ibu orang-orang miskin).
Setahun dua saja sesudah itu (perkahwinannya dengan Nabi)beliau pun meninggal. Sesudah Khadijah dialah satu-satunya isteri Nabi yang telah wafat mendahuluinya. 

4. Umm Salama

Isteri Abu Salama.
Umm Salama sudah banyak anaknya sebagai isteri Abu Salama.
Abu Salama  dalam perang Uhud telah menderita luka-luka, kemudian sembuh kembali. Oleh Nabi beliau diserahi pimpinan untuk menghadapi Bani Asad yang berhasil di kucar-kacirkan dan ia kembali ke Madinah dengan membawa rampasan perang. Tetapi bekas lukanya di Uhud itu terbuka dan kembali mengucurkan darah yang dideritanya terus sampai meninggal dunia. 
Maka, Umm Salama merupakan seorang janda,
Ketika sudah di atas ranjang kematiannya, Nabi juga hadir dan terus mendampinginya (Abu Salama)  sambil mendoakan untuk kebaikannya, sampai ia wafat. 
Empat bulan setelah kematiannya itu Muhammad meminta tangan Umm Salama. Tetapi wanita ini menolak dengan lemah lembut karena ia sudah banyak anak dan sudah tidak muda lagi. 
Akhirnya sampai juga dia mengawini dan dia sendiri yang bertindak menguruskan dan memelihara anak-anaknya. 

5. Zainab bt. Jahsy 

Zainab bt. Jahsy ini adalah puteri Umaima bt. Abd'l-Muttalib, ibu saudara Rasulullah a.s.  
Dibesarkan di bawah asuhannya sendiri dan dengan bantuannya pula. Maka dengan demikian ia sudah seperti puterinya atau seperti adiknya sendiri. Baginda sudah mengenal Zainab dan mengetahui benar apakah dia cantik atau tidak, sebelum ia dikawinkan dengan Zaid. Ia sudah melihatnya sejak dari mula pertumbuhannya, sebagai bayi yang masih merangkak hingga menjelang gadis remaja dan dewasa, dan dia juga yang melamarnya buat Zaid bin Harithah bekas budaknya itu. 

Abdullah b. Jahsy saudara Zainab menolak, kalau saudara perempuannya sebagai orang dari suku Quraisy dan keluarga Hasyim pula, di samping itu semua ia masih sepupu Rasul dari pihak ibu akan berada di bawah seorang budak belian yang dibeli oleh Khadijah lalu dimerdekakan oleh Muhammad. 
Hal ini dianggap sebagai suatu aib besar buat Zainab,dan memang benar sekali hal ini di kalangan Arab ketika itu merupakan suatu aib yang besar sekali. Memang tidak ada gadis-gadis kaum bangsawan yang terhormat akan kawin dengan bekas-bekas budak sekalipun yang sudah dimerdekakan. 
Tetapi Muhammad justeru ingin menghilangkan segala macam pertimbangan yang masih berkuasa dalam jiwa mereka hanya atas dasar asabiah itu. Baginda ingin supaya orang mengerti bahwa orang Arab tidak lebih tinggi dari yang bukan Arab, kecuali dengan takwa. 

Firman Allah berbunyi: 

"Bagi laki-laki dan wanita yang beriman, bilamana Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketentuan, mereka tidak boleh mengambil kemauan sendiri dalam urusan mereka itu. Dan barangsiapa tidak mematuhi Allah dan RasulNya, mereka telah melakukan kesesatan yang nyata sekali."
(33:36) 

Setelah turun ayat ini tak ada jalan lain buat Abdullah dan Zainab saudaranya, selain harus tunduk menerima. "Kami menerima, Rasulullah," kata mereka. Lalu Zaid dikawinkan kepada Zainab setelah mas-kawinnya oleh Nabi disampaikan. Dan sesudah Zainab menjadi isteri, ternyata ia tidak mudah dikendalikan dan tidak mau tunduk. Malah ia banyak mengganggu Zaid. Ia membanggakan diri kepadanya dari segi keturunan dan bahwa dia katanya tidak mau ditundukkan oleh seorang budak. 

Sikap Zainab yang tidak baik kepadanya itu tidak jarang oleh Zaid diadukan kepada Nabi, dan bukan sekali saja ia meminta ijin kepadanya hendak menceraikannya. Tetapi Nabi menjawabnya: "Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan. Hendaklah engkau takut kepada Allah." Tetapi Zaid tidak tahan lama-lama bergaul dengan Zainab serta sikapnya yang angkuh kepadanya itu. Lalu diceraikannya. 

Kehendak Tuhan juga kiranya yang mau menghapuskan melekatnya hubungan anak angkat dengan keluarga bersangkutan dan asal-usul keluarga itu, yang selama itu menjadi anutan masyarakat Arab, juga pemberian segala hak anak kandung kepada anak angkat, segala pelaksanaan hukum termasuk hukum waris dan nasab, dan supaya anak angkat dan pengikut itu hanya mempunyai hak sebagai pengikut dan sebagai saudara seagama. Demikian firman Tuhan turun: 

"Dan tiada pula Ia menjadikan anak-anak angkat kamu menjadi anak-anak kamu. Itu hanya kata-kata kamu dengan mulut kamu saja. Tuhan mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar." 
(33:4) 

Perkahwinan Muhammad dengan Zainab bererti bahwa anak angkat boleh kawin dengan bekas isteri bapa angkatnya, dan bapa boleh kawin dengan bekas isteri anak angkatnya.

6. A'isyah bt. Abu Bakar dan Hafsah bt. Umar

Aisyah dan Hafsah adalah puteri-puteri dua orang pembantu dekatnya, Abu Bakr dan Umar. 
Muhammad mengikatkan diri dengan kedua orang itu dengan ikatan dengan perkawinan dengan puteri-puteri mereka. Sama juga halnya ia mengikatkan diri dengan Usman dan Ali dengan jalan mengawinkan kedua puterinya kepada mereka. 

Aisyah dipinang kepada orang tuanya tatkala ia berusia sembilan tahun dan dibiarkannya dua tahun sebelum perkawinan dilangsungkan. Tidak logik akan menerima kiranya, bahwa dia sudah mencintainya dalam usia yang masih begitu kecil. Hal ini diperkuat lagi oleh perkawinannya dengan Hafsah bt. Umar yang juga bukan karena dorongan cinta berahi, dengan ayahnya sendiri sebagai saksi.

Muhammad mengawini Aisyah atau mengawini Hafsha bukan karena cintanya atau karena suatu dorongan berahi, tapi kerana hendak memperkukuh tali masyarakat Islam yang baru tumbuh dalam diri dua orang pembantu dekatnya itu. 

Kesimpulan

"Dan kalau kamu kuatir takkan dapat berlaku lurus terhadap anak-anak yatim itu, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu sukai: dua, tiga dan (sampai) empat. Tetapi kalau kamu kuatir takkan dapat berlaku adil, hendaklah seorang saja atau yang sudah ada menjadi milik kamu." 
(4:3) 

"Dan (itu pun) tidak akan kamu dapat berlaku adil terhadap wanita, betapa kamu sendiri menginginkan itu. Sebab itu, janganlah kamu terlalu condong kepada yang seorang, lalu kamu biarkan dia terkatung-katung." (4:129) 

Ayat-ayat ini turun pada akhir-akhir tahun kelapan Hijrah, setelah Nabi kawin dengan semua isterinya, maksudnya untuk membatasi jumlah isteri itu sampai empat orang, sementara sebelum turun ayat tersebut pembatasan tidak ada. Maka tidak muncul isu
 Nabi Muhammad membolehkan buat dirinya sendiri dan melarang buat orang lain.

Baginda bukan berkahwin kerana menuruti kehendak hawa nafsu, tetapi :
1. Untuk memelihara keadaan wanita-wanita yang kematian suami yang syahid, kerana desakan keadaan yang berbahaya kepada wanita.
2. Untuk memperkukuh ikatan ukhuwah sesama kaum Muslimin.
3. Menurut perintah Allah, dan menjadi contoh kepada seluruh umat Islam.

Wallahu a'lam.

11 December 2008

Qurban - Kali Pertama


Kelihatan Makcik-makcik arab menunggu ntuk dapatkan daging free,...walaupun xde pon kitorang iklankn nak bg daging free.

Lawaknye arab, ramai gila beratur nak dptkan daging free- siap merayu-rayu nak dapatkan daging...

Mungkin sebab daging kat sini mahal, makcik-makcik sanggup tunggu lama (sejak pagi sampai asar) untuk dapatkan daging free. Tapi yg xtahannya ada yang dah dapat dtg lagi merayu mintak daging lagi....adoi.

LauSamaht Usbur Ayyub Ya aneesah, tggu kami selesai kerja dlu.

Paling kelakar bila ada pakcik arab (berjubah lagi) curi daging 4kg, siap bawak batu lg nak curi. Haihhh.

Takpe Luth. kitorang x salahkan kau,x sangka lak die nak curik.

P/S:  Tribute to Kak Fatin a.k.a a.i.r.t.e.b.u , sebab bagi pinjam pisau pemotong daging.

05 December 2008

Keikhlasan

Keikhlasan, susah betul nak ikhlas. Bila kau buat satu benda n x harapkan apa-apa balasan. Mampu ke?

Susah, susah betul.

Siapa je yang mampu buat macam tuh. Melakukan sesuatu, pastu biarkan perbuatan baik tu kat belakang. Lupakan apa yang pernah kau buat. Dah jadi adat setiap urusan tu mesti ada 'give and take'. 

Padahal kita salah konsep, salah besar. Sepatutnya yang memberi x mengharapkan apa-apa, dan yang menerima sepatutnya faham-faham perlu membalas budi.

Lemahnya imanku, bila agaknya nak sampai tahap melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apa-apa balasan. Sampai sekarang apa yang aku buat aku harap orang buat yang sama kat aku balik.

Aku bagi kau biskut, besok kau belanja aku balik, okehh.

Haha! Bodoh!

"Sincerity is when one is doing something without hoping for something back in return,"

Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
[53:32]
 
 
Copyright © Gurindam Jiwa
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com