30 April 2008

I am a Muslim!

27 April 2008

Love.Hate.Admire.Hope.Fear.

Love
  1. Traveling and sightseeing.
  2. Reading. Either fiction or facts that really matters.
  3. Net surfing.
  4. Music. With lyrics that are not too one-dimensional.
  5. Self-discovering.
  6. Taking pictures.
  7. The ocean. Beaches, coral reefs and clear waters.
  8. Reading and listening to the Qur'an.


Hate
  1. Hypocrites.
  2. Debating about matters where the truth is clearly stated. Like Islam and Christianity. Open your eyes, O Christians!
  3. Those Malays that speaks English and wears western-like cloths [wannabes]. They have what I called 'Malay-inferiority syndrome'.
  4. The villagers that came to the city and become more shall I say, 'modern' than the city natives themselves.
  5. Roaches, flies and mosquitoes.
  6. People who thinks that he or she is better than everyone else.
  7. Litter.
  8. Akademi Fantasia.


Admire
  1. Prophet Muhammad, obviously.
  2. Khalifah Umar.
  3. People who sticks to the truth, and not forcing other to accept the truth as he does. Let those who ignores the truth accepts them in their own term.
  4. Beautiful architectures.
  5. Eye-catching views.

Hope
  1. Cleaner earth.
  2. A world where Islam rules. Islam rules!
  3. People start to accept the truth without problem,no matter how painful it may be. Yeah right, like that's going to happen anytime soon.
  4. To be a doctor, and have my own practice.
  5. To own a horse.
  6. To travel around the world.
  7. To die as a Muslim, while trying to spread the Light. Oh yeah, and go to heaven. Duh.

Fear
  1. God, Allah.
  2. Failing.
  3. Not having someone to rely on when I am seriously depressed.
  4. Dying while doubting the Truth.
  5. My alter ego.

23 April 2008

My Bucket List

My very own Bucket List : Things I want to do before I die.

1. Get married and have at least 4 children [at least two boys].

2. Open my own practice, and maybe run my own hospital =P

3. Open a ranch and buy a couple of horses.

4. Visit Petra, Jordan.

5. Visit Paris [I got obsessed after reading The Da Vinci Code] and visit The Lourve Museum.

6. Convert at least 25 non-Muslims into Islam.

7. Own a sports car.

8. Visit Rome, Italy.

9. Visit Istanbul.

18 April 2008

Tetamu Terakhir

Saudaraku, tahukah siapa tetamu terakhir yang akan mengunjungimu? Tahukah anda apa tujuan ia menziarahi dan menemuimu? Apakah hajatnya darimu?

Ketahuilah! Ia tidak datang kerana dahagakan hartamu, atau kerana ingin menikmati hidangan lazat bersamamu, atau meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, atau memintamu memberikan sokongan kepada seseorang atau untuk menyelesaikan urusan yang tidak mampu ia selesaikan!

Tetamu ini datang untuk satu urusan penting yang telah ditetapkan. Anda dan keluarga anda malah seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menggagalkannya dalam misinya tersebut!

Walaupun anda tinggal di istana-istana yang tinggi, berlindung di benteng-benteng yang kukuh dan di menara-menara yang kuat, dikawal dengan ketat, anda tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menunaikan urusannya denganmu!!

Untuk menemuimu, ia tidak perlu pintu masuk, atau meminta izin, dan membuat temujanji terlebih dahulu sebelum datang. Ia akan datang bila-bila dan dalam keadaan apapun; ketika kamu sedang sibuk ataupun lapang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang melarat, ketika kamu sedang bemusafir atau pun tinggal di tempatmu.!!

Saudaraku! Pengunjungmu ini tidak memiliki hati yang lemah. Ia tidak akan terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangismu bahkan oleh jeritanmu dan sahabat-sahabat yang menolongmu. Ia tidak akan memberimu kesempatan untuk menilai semula perhitungan-perhitunganmu dan meninjau kembali urusanmu!

Kalau pun kamu berusaha memberinya hadiah atau menyogoknya, ia tidak akan menerimanya sebab seluruh hartamu itu tidak bererti apa-apa baginya dan tidak membuatnya mundur dari tujuannya!

Sungguh! Ia hanya menginginkan dirimu saja, bukan orang lain! Ia menginginkanmu semuanya bukan separuh badanmu! Ia ingin membinasakanmu! Ia ingin kematian dan mencabut nyawamu! Menghancurkan raga dan mematikan tubuhmu! Dia lah malaikat maut!!!

Allah s.w.t berfirman, artinya:

"Katakanlah, ‘Malaikat Maut yang ditugaskan untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS. As-Sajadah: 11)

Dan firman-Nya, artinya:

"Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (QS. Al-An'am: 61)

Kereta Usia

Tahukah kamu bahawa kunjungan Malaikat Maut merupakan sesuatu yang pasti? Tahukah kamu bahawa kita semua menjadi musafir di tempat ini? Sang musafir hampir mencapai tujuannya dan mengekang kendaraannya untuk berhenti?

Tahukah kamu bahwa pusingan kehidupan hampir akan terhenti dan 'kereta usia' sudah mendekati destinasi terakhirnya? Sebahagian orang soleh mendengar tangisan seseorang atas kematian temannya, lalu ia berkata dalam hatinya, "Aneh, kenapa ada kaum yang akan menjadi musafir menangisi musafir lain yang sudah sampai ke tempat tinggalnya?"

Berhati-hatilah!

Semoga anda tidak termasuk orang yang Allah s.w.t. sebutkan, mafhumnya:

"Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (Maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?" (QS. Muhammad: 27)

Atau firman-Nya, mafhumnya:

"(Iaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), ‘Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun." (Malaikat menjawab), "Ada, sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. "Maka masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS. An-Nahl: 28-29)

Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut kepadamu akan mengakhiri hidupmu? Menyudahi aktivitimu? Dan menutup lembaran-lembaran amalmu?

Tahukah kamu, setelah kunjungan-nya itu kamu tidak akan dapat lagi melakukan satu kebaikan pun? Tidak dapat melakukan shalat dua raka'at? Tidak dapat membaca satu ayat pun dari kitab-Nya? Tidak dapat bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, beristighfar walau pun sekali? Tidak dapat berpuasa walaupun sehari? Bersedekah dengan sesuatu meskipun sedikit? Tidak dapat melakukan haji dan umrah? Tidak dapat berbuat baik kepada kerabat atau pun tetangga?

‘Kontrak' amalmu sudah berakhir dan engkau hanya menunggu perhitungan dan pembalasan atas kebaikan atau keburukanmu!!

Allah s.w.t. berfirman, artinya:

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikan lah aku (ke dunia)." Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak. Sesungguh-nya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100)

Persiapkanlah Dirimu!

Mana persiapanmu untuk menemui Malaikat Maut? Mana persiapanmu untuk menyongsong huru-hara setelahnya; di alam kubur ketika menghadapi pertanyaan, ketika di Padang Mahsyar, ketika hari Hisab, ketika ditimbang, ketika diperlihatkan lembaran amal kebaikan, ketika melintasi Shirath dan berdiri di hadapan Allah Al-Jabbar?

Dari ‘Adi bin Hatim r.a. dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda,

"Tidak seorang pun dari kamu melainkan akan diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat, tidak ada penterjemah antara dirinya dan Dia, lalu ia memandang yang lebih beruntung darinya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah diberikannya dan memandang yang lebih sial darinya, maka ia tidak melihat selain apa yang telah diberikannya. Lalu memandang di hadapannya, maka ia tidak melihat selain neraka yang berada di hadapan mukanya. Kerana itu, takutlah api neraka walau pun dengan sebelah biji kurma dan walau pun dengan ucapan yang baik."
(Muttafaqun 'alaih)


Hitungkanlah Dirimu!

Saudaraku, bermuhasabahlah ke atas dirimu di saat masa lapang mu, fikirkanlah betapa cepat akan berakhirnya masa hidupmu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh di masa lapangmu untuk masa sulit dan keperluanmu, renungkanlah sebelum melakukan suatu pekerjaan yang kelak akan dicatit di lembaran amalmu.

Di mana harta benda yang telah kau kumpulkan? Apakah ia dapat menyelamatkanmu dari cubaan dan huru-hara itu? Sungguh, tidak! Kamu akan meninggalkannya untuk orang yang tidak pernah menyanjungmu dan maju dengan membawa dosa kepada Yang tidak akan bertolak ansur denganmu!

17 April 2008

Jom berubah

Assalamualaikum warahmatullah,

Jom2. Kita berubah, tapi berubah ke arah yang baiklah.
Erm..
Apa yang nak diubahnya?

Kamu tu lagho. Sedar diri sikit.

Maka tersebutlah kisah si Budak Lagho mahu menjadi seorang yang lebih baik.
Adeyh, banyak betul yang perlu diperbetulkan.

Pertama,
Banyak sangat tengok TV.
Sudah-sudahlah tu. Bagi peluang TV nak rehat. Awak tu bukannya jaga mata pun [ngeh3].

Kedua,
Tak mahu solat jemaah.
Bukan tak mahu, tapi tak istiqamah. Maghrib pergi surau, Isya' tak pergi pulak. Habis dah pukul 9 baru mula.
Ah, solat dululah.

Ketiga,
Banyak makan.
Perut pun dah naik balik. Adeyh.
Diet. Puasa. Lawan Nafsu.
Puasalah bagus. Tak ada tenaga, kurang buat dosa. Hurm..

Keempat,
Banyak tidur.

Jadual tidur :
Masuk tidur 2 pagi.
Bangun pukul 6.45 pagi, solat subuh [astaghfirullah].
Lepas subuh tidur balik. Kalau MaMa tak ajak sarapan, alamat pukul 10 baru bangun balik.
Dan petang lepas asar tidur kejap.
Pukul 5.30 petang bangun balik.

Teruk bebeno.


Kelima,
Tak Istiqamah.
Fastaqim Kama Umirta. Ingat KISAS!

Keenam,
Banyak buang masa.
Kalau tak mengadap komputer [buat benda nielah] main game. Kalau takpun main dengan Maulana.
Tak ada kerja lain ke??

Masa Depan!

Assalamualaikum warahmatullah,

SPM dah pun habis. Sekarang masing-masing tengah pening nak ambil course apa bila masuk U nanti [at least aku lah]. Minat apa? Subjektif betul soalan. Aku pun tak tahu minatku sebenarnya ke mana.
atau pun sengaja butakan hati, sebab tahu MaMa dan Ayah takkan merestui.

Maka aku pun mengecilkan skop kerjaya kepada dua : perubatan dan kejuruteraan [apa lagi]. Fkir punya fikir, akhirnya walaupun Biologi aku tak pernah A, aku pun memilih untuk mengambil perubatan. Sama ada itu atau Kejuruteraan Awam. Civil Engineering.

Kenapa nak ambil medicine?
Satu lagi soalan cepumas!
  1. Mungkin sudah terdidik dari kecil menjadi kurang proaktif dalam melontarkan idea. Macam mana nak jadi Engineer? Aku susah betul nak keluarkan idea sendiri.
  2. Aku selesa menghafal, tanpa pressure dan lebih fokus. Tak perlu fikir pasal Add Math, tak perlu ingat fakta Sejarah, tak perlu risaukan tentang Bahasa.
  3. Aku selesa ikut sesuatu yang tertulis, tanpa banyak tanya. Memahami apa yang diajar, dan praktikkan dan ikut tanpa banyak soal.
Haha. Lebih baik jadi doktor. Kalau silap, silap sekali. Yang mati [naudzubillah] seorang saja.
Tapi kalu silap buat bangunan,
Satu bangunan runtuh! Berapa ratus lagi yang akan mati? Ngeh3.

15 April 2008

10 Quotes a Day

Assalamualaikum warahmatullah,

Setelah mendapat sambutan menggalakkan untuk quotation yang atas nie, maka aku pun mngepos lagi quotation lain untuk semua baca.

Suffering is a gift. In it is hidden mercy.


Knowledge is understanding that a tomato is a fruit. Wisdom is not putting it in a fruit salad.


I will not serve God like a laborer, in expectation of my wages.


Sins.
It wouldn't achieve anything, except points in your book of deeds.


The only lasting beauty is the beauty of the heart.


Put aside your pride, Set down your arrogance, And remember your grave.


To know oneself is to study oneself in action with another person.


Pride is concerned with who is right. Humility is concerned with what is right.


Knowledge is not what is memorized. Knowledge is what benefits.


Avoid the crowd.

Do your own thinking independently.

Be the chess player, not the chess piece.


Feel free to practice plagiarism! And thanks fiQ, sebab ajar aku perkataan "plagiarism"

13 April 2008

The Daily Prayer (Medical Benefit of Prayer)

Linda Thayer: Welcome again to our viewers and welcome to our guest Dr. Zakir Naik. Assalamu Alaikum.

Dr. Zakir: Walaikum salaam.

Linda Thayer: Dr. Zakir is a medical doctor from India and a spokesman for Islam. After belief in God, the Muslim is required to establish a habit of regular daily prayer. A ritual form is prescribed and times are fixed at 5 times a day. Dr. Zakir, I wonder, a question in many people's minds; is ritual prayer repeated when it is repeated time and time again, can it benefit anybody? Is there a spiritual aspect to the ritual?

Dr. Zakir: As I mentioned in the earlier episode that Salah is a sort of programming towards righteousness, that we are programmed towards righteousness. And the requirement [is] that it should be repeated [a] minimum [of] 5 times a day. For example for a very healthy body, a doctor will tell you, you require [a] minimum [of] 3 meals a day. Similarly for a spiritual soul, a person is required to offer Salah 5 times a day. And the requirement is, [that] there are chances that because of the evil in the society around us, we may get de-programmed. So if we are kept on being re-programmed, there are more chances that you will remain [steadfast on the] Sirat al mustaqeem, on the straight path. Therefore it is compulsory that every Muslim should offer Salah [a] minimum [of] 5 times a day.

Linda Thayer: What purpose do you think is fulfilled by interrupting one's daily activities. We have to think in the modern world about time. [Will] the gain offset the loss of productivity and work time?

Dr. Zakir: If you know the rules of management, [you will know] that a person cannot work continuously for hours together. If a person comes to office at 9 o'clock in the morning and sits till 6 o'clock in the evening, continuously for 9 hours, in fact he will be less productive. That is the reason that there are some short breaks given in between. So a person can get re-created, you know we have recreation. Similarly Salah is a sort of recreation. It rejuvenates you. If someone tells me that I am losing time, I am less productive, because I waste 15 minutes having lunch break, I would say that he is not a logical person because only if he has meals regularly, can he do more work. Similarly if a person offers Salah at intervals, I do agree he may have to work for a few minutes but when he stops and he comes back to work he works with a much better frame of mind and productivity overall will be much better. So for a logical person and a modern person he has to agree that there should be breaks so that a person can get recreated and Salah is the best form of rejuvenating your mind.

Linda Thayer: How can one expect to concentrate on the spiritual aspects of prayer, considering that for most of us we pray in a language that is not our own; it is a foreign language. We pray in Arabic normally.

Dr. Zakir: Yes I do agree that it's compulsory that when we offer Salah we should pray in Arabic language. The requirement is because the Quran cannot be translated into any other language, in perfect total. You can come close to the meaning but not the exact meaning. That is the reason we have to pray in Arabic, the language in which the Quran was revealed, so that there is unanimity, [and] uniformity between the sort of prayer people [offer] throughout the world. And for concentration it is required that every Muslim whatever he reads in the Salah, he should know the meaning. I do agree that there are many Muslims who are unaware of the meaning that they recite, in Salah. That's why I advise Muslims throughout the world [to] at least know the meaning of those portions of the Quran or those verses they recite in the Salah, so that they can concentrate on the Salah better. They can [then also] implement the guidance that they get in the Salah.

Linda Thayer: As a medical doctor you must have thought quite a bit of the medical benefits of the Salah. You have been talking about the programming effect. What are the medical benefits to the body?

Dr. Zakir: There are several medical benefits of offering Salah and as every Muslim knows that the best part of Salah is the sujood, that is the prostration. No wonder the Quran has mentioned the word sujood, prostration no less then 90 times in the glorious Quran. Where [do] you do sujood in the Salah? Normally when you [stand] erect, blood does flow into the brain but it is not sufficient for a healthy brain. During Salah when you [go into] sujood extra blood flows into the brain, which is very important for [a] healthy brain. When you do sujood, this extra blood supply to the skin on the face [helps] prevent diseases such as chilblain etc. When you do sujood there is drainage of sinuses and there are fewer chances that a person will have sinusitis, that is inflammation of the sinus, this drainage of module sinus, of the frontal sinus, and a person has less chances of having inflammation of the sinus, that is sinusitis. There are various benefits. [For example], when a person does sujood even the bronchitis's, the secretion of the bronchitis, they get drained, there are less chances of having bronchitis. When a person breathes normally only two thirds of the capacity of the lung is exhaled out, the remaining one third remain in the lung as a residual air, now when you do sujood the abdominal visra, they press against the diaphragm and the diaphragm presses against the lower part of the lungs, the lower lobes, and when you breath during sujood even this one third residual air is aired out and that's very important for a healthy lung. There are less chances of having diseases of the lungs. When you do sujood, there is increased venes return there is less chance of having hernia, etc. Due to posture in sujood there is less chances of having hemorrhoid, that is piles. In a salah we stand up and we sit down, do qayam, rukuh, sujood and when we stand up from same position the weight is localized on the bottom of the feet and the calve muscle and the thigh muscle are activated and they increase the blood supply to the lower part of the body, which is very important. Further we do various postures like standing erect, bowing down, prostrating, the vertebra column takes various postures and there are less chances of having disease of the vertebrae, of the spine. There are medical benefits [and] you can give a talk only on this topic. But we Muslims, we offer Salah to thank Allah (SWT), to praise Him. These are just side dishes. They are like dessert. You know it may attract a person who is a non-Muslim, towards Salah but our main meal, our main biryani, our main course is to thank Allah (SWT) and to obey the commandments of Allah and the Prophet. That is the reason we offer Salah.

Linda Thayer: How does paying careful attention to Salah bring about piety and righteous behavior? Is there any connection there?

Dr. Zakir: Yes paying careful attention is very important. The more attention you pay during Salah the more chances of you becoming pious. When you offer Salah, as the Quran says in Surah Anqabut, chapter 29, verse 45:" Recite of what we have revealed to thee by inspiration and establish regular prayers, for prayers restrain from shameful and unjust deed". The Quran says, prayer restrains you from shameful and unjust deeds and makes you a rational person. If you pay careful attention to what you are reading in Salah, you get guidance, that you should not bribe, that you should not rob, that you should be honest, should love your neighbor, you should be good to your wife, good to your parents etc. And the more you offer Salah with concentration the more righteous you will become.

Linda Thayer: Thank you very much Doctor and thank you to our viewers for joining us.

05 April 2008

Hipokritnya kita

Assalamualaikum warahmatullah,

Hipokritnya kita
Dulu di asrama, tiap-tiap kali solat mesti berjemaah
Tapi bila sudah keluar, nak solat awal waktu pon susah

Hipokritnya kita
Dulu HEBAT! bagi tazkirah
Tapi sekarang, bila dah kenal dunia semua buat lupa dah

Hipokritnya kita
Dulu solat tak pernah tak berserban, paling kurang pon berkopiah
Tapi sekarang, kopiah kita simpan mana entah

Hipokritnya kita
Dulu tiap-tiap hari baca al-Quran tak sudah-sudah
Hari ini, kalau masuk bilik tu yang ada hanya duniawi punya majalah

Hipokritnya kita
Dulu sibuk baca sejarah khilafah
Padahal nama penuh jiran sebelah nak tahu pon payah

Hipokritnya kita
Dulu ayat "la taqrabuzZina" jadi macam amanah
Tapi itu dulu, dulu tak kenal lagi si Syarifah!

Hipokritnya kita
Dulu punya semangat nak tubuhkan daulah Islamiyah
Sekarang, ha, dah habis sekolah, Pergi mampuslah khilafah

Hipokritnya kita
Kalau tak pon tiap-tiap hari, sekurang-kurangnya adalah seminggu baca al-Quran semuka setengah
Tapi, ni nak tanya, apa yang awak baca itu ada fahamkah?

Hipokritnya kita
Sibuk kutuk-kutuk Pak Lah
Yang awak tu, nak kemas katil sendiri mampukah?

Hipokritnya kita
Dulu perempuan tu macam taboo lah
Sekarang kalau setakat YM dengan perempuan tu, malulah!

Hipokritnya kita
Dulu planning nak satu dunia Islam menjajah
Betulkan diri sendiri dulu, sebelum terfikir nak tubuhkan khilafah

Hipokritnya kita
Marah si Geert buat filem Fitna
Tapi sedar tak yang kita ni lagi teruk akhlaq dan sahsiah?

Hipokritnya kita
Buat blog, postkan macam-macam tazkirah
Tapi nak amalkan? Kahkahkah

Tapi nak buat macam mana, dulu tak kenal dunia!
 
 
Copyright © Gurindam Jiwa
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com